Dosen UNISRI Farco Siswiyanto Raharjo memberikan edukasi parenting kepada kader PKK Dusun Tanen, Karanganyar. KARANGANYAR, 12 Juni 2026 – Dosen Universitas Slamet Riyadi Surakarta memberdayakan kader PKK Dusun Tanen melalui workshop parenting. Kegiatan ini mendorong keluarga menerapkan pola pengasuhan yang positif.
Farco Siswiyanto Raharjo, S.Sos., M.Si., dosen Universitas Slamet Riyadi atau UNISRI Surakarta, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Parenting bagi Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.”
Workshop parenting berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, di Balai Pertemuan Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Sebanyak 40 kader PKK Dusun Tanen mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Dusun Tanen membuka acara secara resmi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan edukasi keluarga.
Farco menggunakan metode workshop agar peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Peserta juga mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta membahas persoalan pengasuhan anak.
Dalam pemaparannya, Farco menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepribadian, dan perkembangan sosial anak.
Karena itu, pengetahuan parenting penting bagi masyarakat. Terlebih lagi, kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat di tingkat dusun.
“Parenting bukan hanya berkaitan dengan bagaimana orang tua memberikan aturan kepada anak. Parenting juga mencakup komunikasi, keteladanan, pemahaman perkembangan anak, serta penciptaan lingkungan keluarga yang aman,” jelas Farco.
Menurutnya, keluarga perlu membangun hubungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua juga perlu memahami kebutuhan emosional anak dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui workshop tersebut, peserta mempelajari komunikasi positif dalam keluarga. Peserta juga membahas pola pengasuhan sesuai perkembangan anak dan peran orang tua sebagai teladan.
Selain itu, materi mencakup pentingnya hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak. Peserta kemudian menghubungkan materi dengan pengalaman mereka di lingkungan masyarakat.
Para kader PKK menyampaikan berbagai persoalan yang sering muncul dalam kehidupan keluarga. Diskusi berlangsung interaktif karena peserta dapat berbagi pengalaman secara langsung.
Metode tersebut membantu peserta memahami bahwa parenting membutuhkan komunikasi, kesabaran, keteladanan, dan perhatian yang berkelanjutan.
Kader PKK memiliki peran penting sebagai penggerak pemberdayaan keluarga. Oleh sebab itu, pengetahuan dari workshop diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan.
Para kader dapat menyampaikan kembali materi parenting kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan Dusun Tanen. Dengan begitu, manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Edukasi parenting juga dapat membantu keluarga membangun lingkungan yang harmonis, sehat, komunikatif, dan mendukung perkembangan anak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas kehidupan masyarakat.
Kepala Harsono Dusun Tanen menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan penyuluhan parenting. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan bagi kader PKK.
Kader PKK selama ini memiliki posisi strategis dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Karena itu, kegiatan edukasi seperti ini dinilai memiliki manfaat penting.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan parenting berlangsung dengan lancar. Para kader PKK juga menunjukkan partisipasi aktif selama workshop.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi parenting menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Pengetahuan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas keluarga di tingkat dusun.
Melalui kegiatan ini, kader PKK diharapkan semakin siap memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga. Mereka juga dapat berperan sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan keluarga yang positif.
Baca Juga: Berita pendidikan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Referensi: Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Bagaimana pendapat Anda tentang pentingnya edukasi parenting bagi kader PKK? Silakan tuliskan pendapat di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.
Tidak ada komentar