BANYUWANGI siskomaktual.com Persoalan kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali menjadi perhatian setelah aksi penyampaian aspirasi pengemudi angkutan logistik pada 5 September 2026.
Para pengemudi menyoroti kondisi antrean kendaraan, pelayanan pelabuhan, serta kepastian penanganan arus logistik yang menghubungkan Banyuwangi dan Gilimanuk.
Berdasarkan keterangan sementara dari Koordinator Darmawan, aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya pengemudi dalam menyampaikan aspirasi terkait kondisi pelayanan dan kemacetan di kawasan pelabuhan.
Sebelumnya, pengemudi telah menempuh sejumlah langkah. Mereka mengikuti hearing, aksi demonstrasi, sidak, hingga kembali menyampaikan aspirasi pada 5 September 2026.
Setelah aksi berlangsung, sejumlah pihak melanjutkan komunikasi untuk membahas penanganan kemacetan Pelabuhan Ketapang dan Tanjung Wangi.
Koordinator menyampaikan bahwa rapat lanjutan juga berlangsung di Polresta Banyuwangi. Pertemuan tersebut membahas kondisi lapangan serta langkah penanganan antrean kendaraan.
Dokumen yang diterima redaksi memuat daftar undangan Rapat Koordinasi Antisipasi Kemacetan Areal Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Surat tersebut diterbitkan oleh Polresta Banyuwangi dengan Nomor B/2437/IX/OPS.1.3.1./2026 pada 3 September 2026.
Dalam daftar undangan, tercantum sejumlah instansi dan pihak terkait. Mereka antara lain Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, ASDP Ketapang, Pelindo, Dinas Perhubungan, KSOP Ketapang, serta perwakilan asosiasi pengemudi angkutan logistik.
Dalam rangkaian penanganan tersebut, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan bersama jajaran Polresta Banyuwangi turun langsung ke lapangan.
https://www.instagram.com/reel/Dc_POztpAmH/?stkn=ZmY2OGc1M2VqcXMw
Langkah tersebut bertujuan meredam ketegangan pascaaksi pengemudi truk sekaligus menjaga kelancaran jalur logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi dan Ketapang.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, Kapolresta Banyuwangi terus mengawal situasi hingga 5 September 2026. Jajaran kepolisian juga memimpin sejumlah langkah untuk menormalisasi arus kendaraan.
Kapolresta Banyuwangi mengawal proses mediasi antara pengemudi dan pihak terkait. Mediasi tersebut membahas enam poin kesepakatan darurat bersama otoritas pelabuhan dan perwakilan sopir.
Pihak yang terlibat antara lain BPTD, KSOP, ASDP, serta perwakilan pengemudi angkutan logistik.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian ialah pengaturan penambahan kapal besar untuk membantu mengurai antrean kendaraan.
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa pengaturan tersebut berkaitan dengan kapal seperti KMP Portlink dan Jatra I. Namun, pelaksanaan serta dampaknya tetap membutuhkan penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Selain mengawal mediasi, Kapolresta Banyuwangi mengimbau para pengemudi agar tidak kembali menutup jalan atau menggelar aksi yang dapat menghambat distribusi logistik.
Sebagai jalur penyampaian keluhan, kepolisian mengarahkan pengemudi untuk menggunakan Call Center Polri 110.
Melalui jalur tersebut, pengemudi dapat menyampaikan laporan mengenai persoalan di lapangan. Contohnya, dugaan pungutan liar, ketidakadilan antrean, atau gangguan pelayanan.
Jalur pengaduan resmi dapat membantu petugas menerima informasi secara cepat. Selain itu, mekanisme tersebut dapat mengurangi risiko terjadinya ketegangan dan penutupan akses jalan.
Kemacetan di kawasan pelabuhan sempat meluas hingga jalur arteri menuju arah Situbondo. Kondisi tersebut membuat polisi harus mengatur pergerakan kendaraan secara langsung.
Kapolresta Banyuwangi menginstruksikan jajaran Satuan Lalu Lintas untuk melakukan rekayasa arus kendaraan. Petugas menerapkan sistem buka-tutup jalur sesuai kondisi lalu lintas.
Polisi juga menempatkan personel di sejumlah titik rawan. Mereka mengatur antrean dan mencegah pengemudi mengambil jalur secara sembarangan.
Petugas turut mengantisipasi kendaraan yang mencoba menyerobot antrean atau melakukan praktik “ngeblong”. Langkah ini penting agar arus kendaraan tidak terkunci total.
Polresta Banyuwangi juga bersinergi dengan pihak Pelindo Tanjung Wangi dalam mengatur kantong parkir atau buffer area.
Petugas mengarahkan armada truk logistik menuju lokasi parkir resmi yang tersedia secara insidentil.
Pengaturan tersebut bertujuan mengurangi antrean statis di badan jalan utama. Dengan begitu, kendaraan lain tetap memiliki ruang untuk melintas.
Namun, efektivitas buffer area tetap bergantung pada kapasitas lokasi, pengaturan petugas, serta kelancaran pelayanan di kawasan pelabuhan.
Meskipun sejumlah langkah telah berjalan, pengemudi masih menunggu kepastian mengenai penyelesaian persoalan kemacetan Pelabuhan Ketapang dan Tanjung Wangi.
Menurut keterangan koordinator, hingga saat ini belum terdapat jawaban yang dianggap benar-benar memberikan kepastian bagi seluruh pengemudi.
Para pengemudi membutuhkan informasi yang jelas mengenai waktu tunggu kapal, kapasitas dermaga, sistem antrean, serta langkah penanganan ketika terjadi kepadatan.
Persoalan tersebut penting karena keterlambatan kendaraan dapat memengaruhi distribusi barang, waktu kerja pengemudi, serta biaya operasional angkutan logistik.
Sebelumnya, pada 11 Juni 2026, asosiasi pengemudi logistik juga mengikuti audiensi bersama pihak ASDP Pelabuhan Ketapang.
Risalah rapat mencatat sejumlah pembahasan. Topik tersebut meliputi kemacetan Ketapang–Gilimanuk, waktu tunggu kapal, kapasitas dermaga, sistem Inaportnet, serta kebutuhan peningkatan pelayanan penyeberangan.
Rangkaian audiensi, rapat, dan aksi penyampaian aspirasi menunjukkan bahwa pengemudi terus meminta solusi terhadap persoalan transportasi logistik di kawasan tersebut.
Redaksi SISKOM AKTUAL masih menunggu konfirmasi dari Koordinator Darmawan mengenai beberapa hal penting.
Berita ini merupakan rilis sementara berdasarkan dokumen dan keterangan awal yang diterima redaksi. SISKOM AKTUAL akan memperbarui informasi setelah memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari koordinator, pihak kepolisian, ASDP, Pelindo, dan instansi terkait. (Darmawan)
Informasi mengenai perkembangan transportasi, pelayanan publik, dan kegiatan pengemudi lainnya dapat dibaca melalui SISKOM AKTUAL.
Bagaimana pengalaman Anda saat melintas atau menunggu antrean di Pelabuhan Ketapang? Sampaikan informasi dan pendapat secara santun melalui kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini agar informasi mengenai kondisi jalur logistik dapat diketahui masyarakat luas.
SISKOM AKTUAL
Media Informasi dan Berita Aktual
Tidak ada komentar