MENU Jumat, 30 Okt 2026

Binance Diserang Siber, Aset Kripto US$6,3 Miliar Terdampak, Bitcoin Ikut Anjlok

waktu baca 4 menit
Jumat, 30 Okt 2026 12:04 8 redaksi

SISKOMAKTUAL.COM – INTERNASIONAL | Jumat, 30 Oktober 2026 – Binance menghadapi insiden keamanan siber besar yang menyeret aset kripto senilai sekitar US$6,3 miliar. Kasus ini mengguncang pasar aset digital global dan memicu kekhawatiran investor terhadap keamanan platform perdagangan kripto.

Sejumlah pihak menduga pelaku membobol sistem internal Binance dan memindahkan aset digital tanpa izin. Insiden tersebut juga menekan harga sejumlah mata uang kripto utama, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan BNB.

Binance Bergerak Membekukan Aset yang Terdampak

Binance bekerja sama dengan sejumlah mitra industri untuk melacak aliran dana dan menghentikan pergerakan aset yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Hingga Jumat (30/10/2026), Binance bersama mitranya berhasil menemukan dan membekukan aset senilai sekitar US$3 miliar. Namun, perusahaan belum menjelaskan perkembangan pencarian sisa aset senilai sekitar US$3,3 miliar.

Salah satu pendiri Binance, Yi He, menyatakan perusahaan akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan tersebut. Pernyataan ini menjadi perhatian pengguna yang mengkhawatirkan keamanan dana mereka.

Binance juga menyiapkan dana cadangan bernama Secure Asset Fund for Users (SAFU). Melalui dana tersebut, perusahaan berupaya melindungi aset pengguna ketika serangan siber mengganggu keamanan platform.

Peretas Diduga Memanfaatkan Laptop Insinyur

Dalam penyelidikan awal, Binance menduga pelaku memulai serangan melalui laptop milik salah satu insinyur perusahaan.

Pelaku diduga memanfaatkan akses dari perangkat tersebut untuk memasuki sistem internal Binance. Setelah memperoleh akses, mereka menjalankan transaksi penarikan aset tanpa izin.

Tim investigasi Binance kemudian menelusuri sejumlah titik akses lain yang mungkin berkaitan dengan serangan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan tidak hanya memanfaatkan satu celah keamanan.

Binance menyatakan belum menemukan bukti kebocoran kunci privat dompet kripto. Perusahaan juga terus menelusuri identitas pelaku bersama pihak terkait.

Bitcoin dan Ethereum Ikut Tertekan

Insiden tersebut langsung memengaruhi pasar kripto global pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Harga Bitcoin merosot lebih dari 3 persen hingga menyentuh US$76.368. Penurunan tersebut membawa Bitcoin ke level terendah dalam enam pekan terakhir.

Ethereum juga kehilangan lebih dari 3 persen nilainya dan bergerak ke kisaran US$2.178. Posisi tersebut menjadi level terendah Ethereum dalam dua bulan terakhir.

Sementara itu, token BNB yang mendukung transaksi di ekosistem Binance mengalami koreksi sekitar 5 persen dalam 24 jam terakhir. Data CoinGecko mencatat harga BNB berada di kisaran US$709,70.

Tekanan pasar turut menjalar ke saham perusahaan industri kripto. Saham Coinbase Global melemah sekitar 4,8 persen, sedangkan saham Strategy merosot hampir 6 persen dalam perdagangan lanjutan di Amerika Serikat.

Perusahaan Kripto Ikut Membekukan Aset

Sejumlah perusahaan aset digital dan penerbit stablecoin turut membantu Binance menangani dampak serangan tersebut. Mereka menelusuri transaksi dan membekukan token yang diduga berkaitan dengan pencurian.

Tether mengumumkan pembekuan aset senilai hampir US$1,57 miliar. Sementara itu, Circle mengambil langkah serupa dengan membekukan lebih dari US$800 juta.

World Liberty Financial juga menggandeng kustodian kripto BitGo untuk menghentikan pergerakan dana yang diduga berasal dari hasil pencurian.

Yi He menyebut sejumlah pihak berhasil membekukan sekitar US$27 juta dalam bentuk stablecoin. Mereka juga menghentikan pergerakan token World Liberty senilai sekitar US$2 juta.

Ripple turut mengambil tindakan dengan membekukan dana sekitar US$200 juta. Wakil Presiden Senior Ripple untuk stablecoin, Jack McDonald, mengatakan perusahaannya terus memantau laporan eksploitasi terhadap Binance dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Namun, tidak semua aset digital memiliki mekanisme pembekuan. Bitcoin, misalnya, tidak memiliki penerbit terpusat yang dapat membekukan transaksi seperti mekanisme pada sejumlah stablecoin.

Analisis Blockchain Menyoroti Dugaan Keterlibatan Peretas Korea Utara

Perusahaan analitik blockchain TRM Labs dan Chainalysis menilai pola serangan tersebut memiliki kemiripan dengan sejumlah aksi peretasan yang sebelumnya mengarah pada kelompok peretas Korea Utara.

TRM Labs menemukan sejumlah karakteristik serangan yang menyerupai pola pencurian aset kripto dalam kasus sebelumnya. Meski demikian, Binance belum mengumumkan identitas pihak yang bertanggung jawab.

Jika estimasi kerugian tersebut terkonfirmasi, insiden ini berpotensi masuk dalam daftar pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah industri digital.

Keamanan Bursa Kripto Kembali Menjadi Sorotan

Kasus Binance menambah panjang daftar kejahatan siber yang mengincar aset digital di berbagai negara.

Peneliti TRM Labs mencatat bahwa sepanjang tahun sebelumnya, para pelaku kejahatan siber mencuri aset kripto senilai sekitar US$2,9 miliar melalui hampir 150 serangan.

Pada September lalu, bursa kripto Bitget juga melaporkan pencurian aset digital senilai sekitar US$350 juta dari platformnya.

Rangkaian kasus tersebut menunjukkan bahwa teknologi blockchain belum sepenuhnya menjamin keamanan aset digital. Pengelola bursa harus memperkuat sistem dompet, otorisasi transaksi, serta perlindungan perangkat internal.

Investor juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika menyimpan aset pada bursa terpusat maupun dompet digital pribadi. Mereka dapat memperkuat perlindungan akun melalui autentikasi berlapis, pengamanan perangkat, dan pengawasan aktivitas transaksi.

Selanjutnya, perkembangan penyelidikan Binance akan menjadi perhatian pasar internasional. Jumlah aset yang berhasil dipulihkan dan langkah perusahaan dalam melindungi pengguna akan menentukan tingkat kepercayaan investor terhadap industri kripto.

Sumber: Reuters, Kontan.co.id, TRM Labs, dan informasi perusahaan terkait.

Redaksi SISKOM AKTUAL

Disclaimer: Artikel ini menyajikan informasi dan edukasi mengenai perkembangan aset digital. Berita ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual mata uang kripto. Perdagangan kripto memiliki risiko tinggi.


Baca juga berita lainnya: SISKOMAKTUAL.COM – Berita Aktual, Informasi Terpercaya

Bagaimana pendapat Anda mengenai keamanan aset kripto setelah insiden yang menimpa Binance? Mari sampaikan pandangan Anda melalui kolom komentar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA