MENU Minggu, 01 Nov 2026

ASRUL HARUNA TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR PRESIDEN NASIONAL BEM PTMAI, RAIH DUKUNGAN 67 DARI 117 KAMPUS

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Nov 2026 00:43 5 Pimpred

ASRUL HARUNA TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR PRESIDEN NASIONAL BEM PTMAI, RAIH DUKUNGAN 67 DARI 117 KAMPUS

 

SOLO -, suskomaktual -Asrul Haruna resmi terpilih sebagai Koordinator Presiden Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI). Dalam forum pemilihan yang dihadiri oleh 117 kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), Asrul Haruna berhasil memperoleh dukungan dari 67 kampus.

 

Terpilihnya Asrul Haruna menjadi bagian dari momentum konsolidasi nasional mahasiswa Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam memperkuat koordinasi, solidaritas, serta arah gerakan mahasiswa di lingkungan PTMA. Hasil pemilihan ini sekaligus menjadi mandat organisasi bagi kepemimpinan nasional BEM PTMAI untuk mengonsolidasikan berbagai elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia(31/10/26).

 

Mandat yang diperoleh melalui dukungan 67 kampus tersebut membawa tanggung jawab besar untuk membangun kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen mahasiswa PTMA, termasuk kampus-kampus yang memiliki pandangan dan pilihan berbeda dalam proses pemilihan. Sebab, persatuan gerakan mahasiswa tidak berhenti pada proses kontestasi, melainkan harus dibangun melalui kerja kolektif setelahnya.

 

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi dan kehidupan masyarakat, mahasiswa dituntut untuk tidak kehilangan daya kritis serta keberpihakannya terhadap kepentingan rakyat. BEM PTMAI diharapkan mampu menjadi ruang artikulasi gagasan, advokasi kepentingan mahasiswa, serta respons terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, demokrasi, dan kebangsaan.

 

Ke depan, kepemimpinan Asrul Haruna diharapkan dapat memperkuat konsolidasi antarkampus, membangun komunikasi yang lebih inklusif, serta menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan.

 

Terpilihnya kepemimpinan nasional ini bukanlah akhir dari proses demokrasi organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membuktikan bahwa kekuatan mahasiswa terletak pada persatuan, keberanian berpikir kritis, dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

67 Kampus Memberikan Mandat, 117 Kampus Menjadi Bagian dari Konsolidasi Gerakan.(safiudin)

 

BEM PTMAI

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA