MENU Minggu, 01 Nov 2026

Pimpinan Redaksi Siskom Aktual Soroti Darurat Judi Online Berkedok Game, Gen Z Terancam Punah Secara Ekonomi

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Nov 2026 03:36 4 Pimpred

 

Pimpinan Redaksi Siskom Aktual Soroti Darurat Judi Online Berkedok Game, Gen Z Terancam Punah Secara Ekonomi

 

JAKARTA – Pimpinan Redaksi Siskom Aktual menyoroti secara keras maraknya wabah judi online (judol) yang kini bermutasi dan semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, ini bukan lagi sekadar kenakalan digital, melainkan kejahatan kemanusiaan terstruktur yang secara sistematis membidik Generasi Z dan mahasiswa sebagai korban.

 

“Kami di Siskom Aktual melihat polanya sudah sangat berbahaya. Sindikat judol tidak lagi jualan terang-terangan. Mereka menyusup dengan sangat rapi, berkedok e-sport, game online dengan sistem gacha, tebak skor bola, hingga kedok investasi kripto dan trading bodong. Ini pembunuhan karakter generasi muda secara perlahan,” tegas Pimpinan Redaksi Siskom Aktual , Muhammad Yusuf dalam keterangan editorialnya, Sabtu (01/11/2026).

 

Ia menjelaskan, modus tersebut sengaja dirancang dengan antarmuka yang sangat menarik dan adiktif. Banyak anak muda yang awalnya hanya iseng top-up Rp 10 ribu untuk main game, berujung kecanduan hingga menghabiskan jutaan rupiah.

 

Yang lebih miris, lanjut Pimred, wabah judol ini memiliki hubungan langsung dengan menjamurnya Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.

 

“Ini lingkaran setan yang sengaja diciptakan. Dibikin menang dulu di awal, hormon dopaminnya dipancing. Begitu kalah dan kalap, langsung disodori iklan pinjol. Anak-anak kita dijebak. Pinjol datang dengan bunga mencekik dan teror debt collector. Ini bukan lagi soal uang, tapi soal masa depan satu generasi yang sedang dihancurkan,” ujarnya.

 

Pimred Siskom Aktual mencatat, sudah banyak laporan tragis yang masuk ke meja redaksi. Mulai dari mahasiswa yang terpaksa putus kuliah karena terlilit utang judol dan pinjol, kasus depresi berat, meningkatnya kriminalitas jalanan untuk bayar utang, hingga kasus bunuh diri.

 

Untuk itu, Pimpinan Redaksi Siskom Aktual mendesak Pemerintah, Polri, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk berhenti dengan gimmick pemblokiran situs semata.

 

“Pemblokiran itu sudah usang. Mati satu tumbuh seribu. Hari ini diblokir, sejam kemudian muncul lagi dengan nama baru. Negara tidak boleh kalah. Kami di Siskom Aktual menuntut penangkapan bandar besarnya, bekukan aliran dananya, sikat payment gateway-nya. Jangan hanya tangkap influencer-influencer kecil yang jadi bemper,” desaknya.

 

Ia juga mengajak seluruh orang tua, kampus, dan masyarakat untuk memperkuat literasi digital di lingkungan keluarga.

 

“Jangan biarkan anak-anak kita berperang sendirian di dunia digital. Benteng terakhirnya adalah keluarga. Edukasi mereka bahwa tidak ada yang namanya kaya instan dari game atau trading bodong. Itu semua ilusi yang dibuat bandar,” tutup Pimpinan Redaksi Siskom Aktual.

 

Redaksi Siskom Aktual

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA