Apel perdana Kapolresta Surakarta menjadi momentum penyampaian arahan tentang aksi nyata, kepemimpinan lapangan, kepedulian, dan disiplin personel. SURAKARTA – SISKOMAKTUAL.COM |Kapolresta Surakarta AKBP Candra Sasongko, S.H., S.I.K., M.H., M.Si. memimpin apel perdana bersama jajaran personel Polresta Surakarta pada Senin (19/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan lima arahan utama untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kepedulian, dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
AKBP Candra menegaskan bahwa komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi harus menghasilkan tindakan nyata. Karena itu, ia meminta seluruh personel menyelaraskan penyampaian informasi dengan langkah penyelesaian masalah.
AKBP Candra menilai komunikasi yang tidak sejalan dengan tindakan dapat menghambat keberhasilan organisasi. Oleh sebab itu, ia meminta pejabat utama dan para perwira memperbaiki cara mereka menyampaikan laporan kepada pimpinan.
Setiap laporan harus menjelaskan peristiwa sekaligus menawarkan langkah penanganan. Dengan demikian, pimpinan dapat segera menentukan tindakan yang tepat dan mengarahkan personel untuk menyelesaikan persoalan.
Ia mencontohkan penanganan bencana banjir. Ketika banjir kembali melanda wilayah tugas, jajaran kepolisian perlu segera menyusun langkah konkret. Misalnya, personel dapat membantu warga terdampak melalui dukungan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan gratis sesuai kebutuhan serta kemampuan yang tersedia.
Selanjutnya, AKBP Candra meminta pejabat utama, kepala satuan, dan para perwira turun langsung ke lapangan. Ia tidak ingin para pemimpin hanya bekerja dari balik meja atau sekadar menunggu laporan anggota.
Menurutnya, anggota belajar melalui tindakan nyata yang ditunjukkan oleh komandannya. Karena itu, setiap pemimpin perlu memberi contoh, memahami tantangan anggota, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Arahan ini menegaskan semangat polisi bersama masyarakat. Melalui kehadiran langsung, personel dapat memahami kebutuhan warga, memantau situasi keamanan, dan membangun kepercayaan publik.
Dalam arahan berikutnya, AKBP Candra mengingatkan personel agar tidak bersikap apatis terhadap pekerjaan rekan lainnya. Ia juga meminta anggota meninggalkan pola kerja yang hanya mengejar formalitas atau sekadar menyelesaikan tugas.
Sebaliknya, setiap satuan perlu saling membantu sesuai tugas dan kewenangannya. Fungsi intelijen, reserse, narkoba, dan lalu lintas, misalnya, dapat memperkuat koordinasi untuk menangani persoalan yang membutuhkan kerja bersama.
Dengan kepedulian tersebut, seluruh personel dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih bermanfaat. Selain itu, kerja sama lintas fungsi membantu organisasi merespons persoalan secara lebih cepat dan tepat.
AKBP Candra juga mengajak setiap anggota menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Ia mengingatkan bahwa tugas melayani masyarakat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kesehatan, perilaku, karakter, dan integritas pribadi.
Setiap personel perlu menjaga kondisi fisik sekaligus mengendalikan perilaku. Dengan cara itu, anggota dapat menjalankan tugas secara profesional dan menghindari tindakan yang mencoreng nama institusi.
Selain itu, setiap anggota perlu mengevaluasi diri secara rutin. Kesadaran untuk memperbaiki kekurangan membantu personel menjaga kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, dan memberikan pelayanan yang lebih baik.
Melalui apel perdana tersebut, AKBP Candra Sasongko mendorong seluruh personel Polresta Surakarta membangun budaya kerja yang disiplin, tanggap, dan peduli. Ia ingin setiap anggota membuktikan komitmen melalui tindakan nyata.
Lima pokok arahannya mencakup keselarasan komunikasi dan tindakan, kepemimpinan yang hadir di lapangan, kepedulian antaranggota, pemeliharaan kesehatan dan karakter, serta tanggung jawab untuk mengawasi diri sendiri.
Jika seluruh personel menjalankan arahan tersebut secara konsisten, Polresta Surakarta dapat memperkuat kerja sama internal dan meningkatkan kualitas pelayanan. Pada akhirnya, masyarakat akan merasakan manfaat dari kehadiran polisi yang profesional, responsif, dan mampu memberi teladan.
Menurut Anda, seberapa penting keteladanan pimpinan dan kedisiplinan pribadi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian? Sampaikan pendapat Anda melalui kolom komentar.
(Redaksi/SISKOMAKTUAL)
Tidak ada komentar