MENU Kamis, 29 Okt 2026

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Madrasah Miftahunnajah Gelar Pawai Obor dan Selawat Burdah Keliling

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Okt 2026 00:46 10 Pimpred

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Madrasah Miftahunnajah Gelar Pawai Obor dan Selawat Burdah Keliling

 

BANGKALAN || siskomaktual – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Madrasah Miftahunnajah yang berlokasi di Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggelar kegiatan pawai obor dan pembacaan Selawat Burdah secara keliling.(22/10/2026)

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi keagamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para santri dan masyarakat. Dengan membawa obor dan melantunkan selawat, peserta diajak untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Pawai obor dan pembacaan Selawat Burdah merupakan tradisi yang masih melekat di lingkungan pesantren dan masyarakat Muslim di berbagai daerah. Selain menjadi bentuk syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan, dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tradisi pesantren.

 

Pembacaan Selawat Burdah dalam kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para peserta untuk berdoa bersama, memohon keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi masyarakat. Di sejumlah lingkungan masyarakat, tradisi serupa juga dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah atau yang dikenal dengan istilah rokat desa.

 

Madrasah Miftahunnajah yang berada di Jalan Sunan Kambang, Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, merupakan bagian dari lingkungan pendidikan Islam yang turut berperan dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia, kecintaan terhadap ilmu agama, serta semangat kebangsaan.

 

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami sejarah perjuangan ulama dan santri, tetapi juga mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah.

 

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, merawat tradisi keagamaan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

 

Redaksi

siskomaktual

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA