Kecelakaan beruntun yang melibatkan sekitar 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung, Selasa (6/10/2026). Tulang Bawang – siskomaktual.com – Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 13.35 WIB. Kecelakaan beruntun yang melibatkan sekitar 9 hingga 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Informasi awal menyebut dua orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.
Kabut asap tebal dari kebakaran lahan di sekitar jalan mengganggu jarak pandang pengendara. Asap tersebut menyulitkan pengemudi melihat kendaraan dari arah berlawanan maupun kendaraan di depan mereka.
Asap dari kebakaran semak belukar dan lahan menyelimuti sebagian badan jalan. Informasi awal menyebut jarak pandang di lokasi kurang dari 50 meter sehingga pengendara menghadapi risiko kecelakaan yang tinggi.
Kondisi tersebut diduga memicu rangkaian tabrakan. Meski demikian, penyelidikan kepolisian masih diperlukan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Menurut kronologi awal, sebuah kendaraan boks mencoba mendahului kendaraan di depannya. Pada saat bersamaan, pengemudi diduga tidak melihat SUV yang datang dari arah berlawanan karena asap tebal menutupi pandangan.
Senggolan antara kedua kendaraan memicu tabrakan lanjutan. Pengemudi lain yang berada di belakangnya diduga kesulitan menghindari benturan karena jarak pandang sangat terbatas.
Rangkaian tabrakan itu melibatkan sekitar 9 hingga 10 kendaraan. Petugas perlu memeriksa lokasi dan kendaraan untuk memastikan jumlah kendaraan serta urutan kejadian.
Informasi awal menyebut dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sekitar lima hingga tujuh orang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda.
Petugas bersama warga membantu mengevakuasi para korban ke RSUD Menggala untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak berwenang masih perlu memberikan keterangan mengenai identitas korban dan kondisi terkini mereka.
Tabrakan beruntun tersebut menghambat arus kendaraan di Jalan Lintas Timur Sumatera. Proses evakuasi kendaraan dan penanganan lokasi membuat antrean panjang dari kedua arah.
Informasi awal memperkirakan kemacetan mencapai empat kilometer. Pengendara yang melintasi kawasan itu perlu mengikuti arahan petugas dan mempertimbangkan kondisi jalan sebelum melanjutkan perjalanan.
Kabut asap tebal menuntut pengendara meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur antarkota yang ramai oleh kendaraan pribadi, angkutan penumpang, dan angkutan barang.
Pengemudi perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu utama. Selain itu, hindari mendahului kendaraan ketika asap membatasi pandangan.
Jika asap menghalangi pandangan secara ekstrem, pengemudi sebaiknya mencari tempat berhenti yang aman di luar jalur lalu lintas. Pengendara juga perlu mematuhi arahan petugas untuk mengurangi risiko kecelakaan lanjutan.
Polisi perlu memastikan jumlah kendaraan yang terlibat, identitas korban, serta penyebab kecelakaan melalui pemeriksaan di lokasi. Hasil penyelidikan juga penting untuk menjelaskan hubungan antara kabut asap dan rangkaian tabrakan.
Untuk mengikuti perkembangan informasi lalu lintas dan peristiwa lainnya, kunjungi SISKOM AKTUAL. Pembaca juga dapat menyampaikan informasi tambahan yang akurat melalui kanal redaksi.
SISKOM AKTUAL — Berita Aktual, Informasi Terpercaya.
Tidak ada komentar