MENU Kamis, 29 Okt 2026

Bahas Kelangkaan Solar di Riau, RBPI Bersama SISKOM-PN Audiensi dengan Pertamina

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Sep 2026 07:47 41 redaksi

RIAU- siskomaktual.com | Selasa, 29 September 2026 — Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah wilayah Riau menjadi pembahasan dalam audiensi antara RBPI DPW Riau, SISKOM-PN Riau dan pihak Pertamina.

Audiensi berlangsung di Kantor Pertamina Riau pada Selasa (29/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti laporan dan aspirasi pengemudi terkait ketersediaan Solar di lapangan.

SISKOM-PN dan RBPI Sampaikan Kondisi di Lapangan

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan SISKOM-PN Riau dan RBPI DPW Riau menyampaikan kondisi yang mereka temukan di lapangan.

Persoalan ketersediaan Solar mendapat perhatian karena BBM tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas para pengemudi, khususnya pengemudi kendaraan angkutan.

Perwakilan pengemudi berharap pihak terkait dapat menelusuri kondisi tersebut secara menyeluruh dan mencari langkah penanganan yang tepat.

Pertamina dan Pihak Terkait Bahas Tindak Lanjut

Audiensi di sambut baik Riza Rahmat Syah selaku pihak Pertamina, di dampingi oleh Ipda Syafriwandi dari Kepolisian , RBPI DPW Riau, serta SISKOM-PN Riau.

Pertemuan tersebut membahas kondisi distribusi dan ketersediaan Solar berdasarkan informasi yang muncul dari lapangan.

Pertemuan tersebut juga membahas perlunya penelusuran untuk mengetahui kondisi dan faktor yang memengaruhi persoalan Solar di sejumlah wilayah Riau.

Rencana Penelusuran dan Pemantauan

Dari hasil pembahasan sementara, pihak terkait sepakat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui penelusuran di lapangan.

Jika penelusuran menemukan dugaan pelanggaran, pihak berwenang akan mengambil tindakan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, audiensi membahas rencana pembentukan satuan tugas atau Satgas untuk membantu pemantauan dan penanganan persoalan Solar di Riau.

Satgas Masih dalam Tahap Pembahasan

Rencana Satgas tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai struktur, anggota, tugas, mekanisme pemantauan, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Koordinasi juga dapat melibatkan unsur Forkopimda atau instansi lain sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.

Dengan mekanisme tersebut, pemantauan diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi dan memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kondisi Solar di lapangan.

Audiensi Menjadi Langkah Awal

Audiensi di Kantor Pertamina Riau menjadi langkah awal bagi SISKOM-PN Riau dan RBPI DPW Riau untuk menyampaikan aspirasi pengemudi secara langsung kepada pihak terkait.

Selanjutnya, kedua organisasi akan mengikuti perkembangan hasil penelusuran dan koordinasi yang berlangsung setelah audiensi.

SISKOM-PN Riau juga akan terus menghimpun informasi dari pengemudi sebagai bahan komunikasi dengan pihak terkait.

Hasil Sementara Audiensi

  1. Persoalan kelangkaan Solar akan ditindaklanjuti.
  2. Pihak terkait akan menelusuri kondisi dan faktor yang memengaruhi persoalan di lapangan.
  3. Jika penelusuran menemukan pelanggaran, pihak berwenang akan mengambil tindakan sesuai kewenangan.
  4. Pihak terkait membahas rencana pembentukan Satgas untuk pemantauan dan penanganan.
  5. Koordinasi dapat melibatkan Forkopimda dan instansi terkait sesuai kebutuhan.

Rilis ini masih bersifat sementara. Informasi selanjutnya dapat melengkapi nama lengkap pejabat yang hadir, hasil kesepakatan tertulis, serta teknis pembentukan dan tugas Satgas setelah data resmi tersedia.

SISKOM AKTUAL akan mengikuti perkembangan persoalan ketersediaan Solar di Riau dan menyampaikan informasi berdasarkan hasil koordinasi serta keterangan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga: Berita transportasi, pengemudi, dan kebijakan BBM di SISKOM AKTUAL

Apakah Anda juga menemukan kendala ketersediaan Solar di wilayah Riau? Sampaikan informasi dan pengalaman Anda secara santun di kolom komentar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA