MENU Jumat, 30 Okt 2026

BAZNAS Kota Semarang dan MTT Telkomsel Siapkan Z-Mart Pesantren Jelang Hari Santri

waktu baca 4 menit
Selasa, 22 Sep 2026 12:54 19 redaksi

SEMARANG siskomaktual.com – Selasa, 22 September 2026. BAZNAS Kota Semarang menggandeng Majelis Taklim Telkomsel (MTT) Semarang untuk menyiapkan program Z-Mart Pesantren. Program ini menyasar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren menjelang Hari Santri 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan unit usaha ritel di lingkungan pondok pesantren. BAZNAS Kota Semarang menargetkan gerai perdana dapat meluncur pada Oktober 2026.

Pertemuan awal berlangsung di Kantor GraPARI Kota Semarang pada Selasa siang. Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang, H. Moh. Asyhar, S.Sos.I., hadir bersama jajaran kepala bidang dan bertemu dengan pengurus MTT Semarang, Wahyu.

BAZNAS Semarang Siapkan Z-Mart Pesantren

Melalui program tersebut, BAZNAS Kota Semarang ingin mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Selain itu, unit ritel tersebut dapat menjadi ruang belajar kewirausahaan bagi para santri.

Konsep Z-Mart Pesantren akan menempatkan unit usaha di lingkungan pondok. Pengelola pesantren nantinya menjalankan kegiatan usaha secara mandiri dengan dukungan program pemberdayaan.

Dengan konsep tersebut, santri dapat mengenal pengelolaan ritel secara langsung. Mereka juga dapat mempelajari pelayanan pelanggan, pencatatan usaha, pengelolaan stok, dan aktivitas bisnis lainnya.

Target Launching Bertepatan Hari Santri

Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H. Moh. Asyhar menyampaikan target peluncuran gerai perdana pada Oktober 2026.

BAZNAS Kota Semarang berharap momentum Hari Santri Nasional dapat menjadi waktu peluncuran program tersebut. Namun, realisasi gerai tetap mengikuti kesiapan pesantren dan tahapan program yang berjalan.

Karena itu, kolaborasi antara BAZNAS dan MTT Telkomsel akan berlanjut pada tahap persiapan serta penentuan pesantren yang menjadi lokasi awal program.

MTT Telkomsel Sambut Kolaborasi Ekonomi Pesantren

MTT Semarang menyambut positif rencana tersebut. Organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk kembali bersinergi dengan BAZNAS dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Kolaborasi itu juga membuka ruang pengembangan usaha ritel di lingkungan santri. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga dapat mengembangkan aktivitas ekonomi yang mendukung kemandirian lembaga.

Selain itu, sinergi antarlembaga dapat memperluas dukungan terhadap pengembangan kapasitas pengelola ritel. Program tersebut juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi santri yang tertarik pada dunia usaha.

Z-Mart BAZNAS Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi

Secara nasional, BAZNAS menjalankan Z-Mart sebagai program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk usaha ritel mikro. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membantu mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan. 1

BAZNAS memberikan dukungan melalui penguatan modal, branding usaha, rantai pasok, pendampingan, serta teknologi distribusi. Pendampingan juga mencakup pencatatan usaha, pengelolaan stok, promosi, dan pengembangan bisnis. 2

Dalam pengembangan Z-Mart Pesantren, konsep tersebut mendapat penyesuaian dengan lingkungan pondok. Karena itu, pengelolaan ritel dapat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi pesantren dan pembelajaran kewirausahaan santri.

Program Z-Mart Pesantren Sudah Berkembang Nasional

BAZNAS RI juga mengembangkan Z-Mart Pesantren di sejumlah daerah. Pada Agustus 2026, misalnya, BAZNAS RI menyalurkan bantuan untuk menghadirkan tujuh unit Z-Mart Pesantren di Kabupaten Gresik. 3

Program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren menjadi salah satu pendekatan yang digunakan BAZNAS untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Karena itu, rencana pengembangan Z-Mart Pesantren di Kota Semarang menjadi bagian dari perkembangan program pemberdayaan ekonomi yang lebih luas.

Santri Didorong Mengenal Dunia Usaha

Kehadiran unit ritel di lingkungan pesantren dapat memberikan pengalaman praktis bagi santri. Mereka dapat belajar mengenali kebutuhan konsumen dan memahami proses pengelolaan usaha.

Selain itu, pengelolaan ritel dapat memperkenalkan pentingnya pencatatan keuangan, pengendalian stok, pelayanan, dan strategi pemasaran.

Dengan pendampingan yang tepat, program tersebut dapat membuka ruang bagi pesantren untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Sinergi BAZNAS dan MTT Telkomsel Berlanjut

Pertemuan di GraPARI Kota Semarang menjadi langkah awal bagi BAZNAS Kota Semarang dan MTT Semarang untuk mengembangkan Z-Mart Pesantren.

Selanjutnya, kedua pihak perlu mematangkan lokasi, model pengelolaan, kebutuhan usaha, serta bentuk pendampingan sebelum gerai perdana beroperasi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, BAZNAS Kota Semarang menargetkan peluncuran Z-Mart Pesantren pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional.

Informasi mengenai pemberdayaan masyarakat, ekonomi umat, pesantren, dan perkembangan daerah dapat Anda ikuti melalui SISKOM AKTUAL.

Referensi: Informasi program Kota Semarang mengacu pada BAZNAS Kota Semarang. Informasi mengenai konsep dan program Z-Mart secara nasional mengacu pada BAZNAS RI.

Bagaimana menurut Anda, apakah Z-Mart Pesantren dapat menjadi ruang belajar usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren? Sampaikan pandangan Anda melalui kolom komentar.

(Redaksi SISKOM AKTUAL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA